Proposal of Life

    Beberapa hari yang lalu, sepertinya Tuhan berencana menegurku melalui pengalaman baru. Pengalaman dimana aku dipertemukan dengan insan-insan hebat yang memaknai hidup dengan cara yang berbeda. Aku sadari, menjadi seorang The New You menjadikan hati kian berdamai dengan masa lalu, mengevaluasi diri, dan merencanakan hidup dengan prinsip yang sejati.

     Selama beberapa tahun, dimana aku berkelut pada eksplorasi diri, sebenarnya aku menemukan titik keambiguan. Titik ambigu yang semu, disaat aku belum betul-betul memahami makna tujuan hidup. Karena keambiguan itulah yang menjadikan visi misi hidup kian berkelok. Niat A seakan menjadi B, niat B seakan menjadi C. Dan dari situlah, aku mulai mempertanyakan makna aktualisasi diri.

       Hirarki kebutuhan sosial yang aku pahami selama ini, menjadikan aktualisasi diri kian menyempit. Untuk apa kita mengejar harga diri jika hanya ingin mencapai titik aktualisasi diri bukan dihadapan Tuhan. Bukankah sekecil apapun titik itu, sudah pasti akan kembali kepada sang pencipta. Aktualisasi diri dimaknai bukan semata atas dasar ingin diakui dihadapan manusia, melainkan sebagai wujud persembahan diri kepada Tuhan yang selalu menyebar kasih sayang kepada hambanya.

      Tuhan, alangkah sempitnya pemikiran ini. Dan aku mulai sadar, hati akan kian terpuruk bila aku belum benar-benar mengenali dan memahami diri secara utuh. Maka firman Tuhan tak pernah berdusta, barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhanya. Keberadaan Tuhan sebagai rahmat bagi seluruh umat apabila manusia menunjukan sisi kemanusiaanya, yang terus mengingatkan kita pada dzat yang lebih tinggi diatas segala-galanya. Yang menyadarkan kita, bahwa tidak ada yang paling tinggi kecuali Allah SWT.

         Pengakuan diri ini, mengantarkanku pada proses menghubungkan diri sebagai hamba dengan sang pencipta. Memperbarui visi misi, dan menjadikan diri sebagai manusia yang paling tinggi disisinya, menjadi manusia yang bermanfaat bagi seluruh umat. Muhasabah diri inilah yang menjadikanku untuk mulai berencana, berencana untuk bertindak sebagaimana mestinya dimana kita telah memiliki visi misi yang jelas sebagai tujuan hidup.

       Maka di umur 24 tahun ini, dimana Tuhan mempertemukanku dengan persembahanan terbaiknya untuk mendampingi proses hidupku, ijinkan diri ini berkomitmen dari diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan mencintai sebagai proses mengenali Tuhanku lebih dekat. Kusampaikan proposal of Life ini, berdasarkan inspirasi The New You, yang menjadikanku menjadi seorang pemenang. Pemenang yang mengenal dirinya sendiri dengan tuntas dan dapat mengukur batas kemampuan dirinya, untuk mengembangkan potensi-potensi yang aku miliki.

       Bismillahirahmanirrahim, dengan rahmatmu ya Rabbi, jadikanlah hamba menjadi insan yang dapat mencintaimu seutuhnya, dengan cara mencintai lingkungan terdekatku saat ini. Untuk lebih mencintai pendamping hidupku kelak, ijinkan hamba mendampinginya sepenuh hati, hingga dapat menjadikanya menjadi pemimpin yang hebat bagi keluarganya maupun bangsanya. Untuk lebih mencintai orang tua dari pendamping hidupku nanti, ijinkan hamba untuk mencintai mereka selayakanya hamba mencintai orang tuaku sendiri, ijinkan hamba menemani beliau untuk ikut berkarya, mendidik anak-anak yang kelak menjadi agen perubahan bagi bangsanya. Untuk lebih mencintai kakak kebanggaanku berserta keluarganya, ijinkan hamba untuk dapat bersinergi dengan pendamping hidupnya. Ijinkan kami turut dapat berkontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa, melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ingin kami dirikan. Untuk lebih mencintai kedua orang tua, yang selama ini ikhlas berkorban, ikhlas berjuang, ikhlas membina kami hingga menjadi pribadi yang lebih baik, sungguh ketulusanya tidak bisa ditukar dengan apapun. Tuhan, terus meneruslah kau tebarkan kebahagiaan bagi orang tuaku, terus meneruslah kau tebarkan kasih sayang untuk mereka yang telah bertahun-tahun mendidiku tanpa imbalan apapun. Ijinkan hamba untuk terus membahagiakan mereka, membanggakan mereka, dan mengantarkan mereka pada tempat persinggahanya yang paling tinggi. Tuhan, aku mohon engkau terus mengingatkanku, bila aku mulai terlalu mengurusi urusan duniawiku, sehingga aku mulai melalaikan keduanya. Tuhan, tegur aku sesuai ridhamu, bila aku mulai malalikan diri sebagai insan yang harus terus berbakti kepada orang tuaku.

      Demikian proposal of Life yang sudah kutulis, semoga hamba selalu memegang teguh komitmen yang telah kupegang teguh. Harapan ridha dan kasih sayangmu semoga terus mengalir dalam kehidupan ini. Amin.

TRADITIONAL GAME DEGRADATION

Playing game always related by kids. Children happiness appears when they played together by their friends. Laughing and kidding is children description in playing game. Children run, scream, hop, and other happiness physical activity can be explained when they play game.

Playing game is some activity to display children motorist ability. Children can practice equilibrium, concentration, and motorist rapidness. In psychical aspect, playing game enhance socialization, empathy, reciprocal assistance, and environment tough fullness.

Thus, traditional games play main role for kids to improve their intelligence. The example is traditional game form Central Java, Gobak Sodor. Children learn cooperation, togetherness, and practice crude motorist by playing Gobak Sodor. Traditional game Layang-layang educates children to have dreams and wish. The philosophy of this game is Reach your idea as high as sky. Traditional game Engklek practice equilibrium, concentration, strategic for the final game, and the other traditional game which play the main role for children ability such as Petak umpet, Kelereng, and Creativity traditional game handmade from banana tree shaft.

Gambar

Nowadays, traditional games have gradually been ignored in the public. Technological information progress moves children attention to choose gadget than traditional game. Moreover, technology game provides the attractive various games. Some parents are exactly proud of their children because their children can operate game gadget. Parents consider their children having high intelligent and rate. In fact, it can make negative influences which can finally threaten their future

Gradually, children are increasingly being high of apathetic, less of environment interaction, and endangered of children motorist ability. Some of children obesity chases in the developed countries are the cause of junk food and gadget addicted. How gadget addicted can be one of the cause’s children obesity? They will be lazy to move their body and spend their time to play game all time. Gadget addicted is unhealthy life style and the reason which play role in raising obesity and less in exercise.

Then, the active rule of parents, teachers, and government is really needed to support the children in playing good games, moreover traditional games. Parents have to guide children in playing game to select the good game which enhance their intelligent skill. They have to pay close attention in three aspects to improve their skill; they are cognitive, affective, and psycho-motorist. Government also ought to pay close attention to give the space for children in playing game. In urban area, it’s difficult to find the space for playing game because the skyscraper have more and more established in the urban area. Children need space for play so that the traditional game can be perpetuated for children life.

More jobs, Less pollution, Fewer disasters

More jobs. Less pollution. Fewer disasters. Itulah salah satu slogan yang tertulis di sebuah website ramah lingkungan yang saya temui beberapa hari yang lalu. Singkat, padat, namun menjelaskan secara detil tindakan yang selayaknya dilakukan untuk melestarikan dan menjaga bumi kita dari pemanasan global. Ya, saya sangat menyetujui slogan tersebut, terutama dalam kata “more job”. Untuk dapat mempertahankan sumber daya alam di bumi ini tentunya diperlukan berbagai tindakan dan perencanan untuk dapat mewujudkanya, tidak cuman sekedar cas cis cus demo bersih lingkungan dimana-mana namun tidak ada tindakanya sama sekali. Hal tersebut ternyata bisa dibuktikan oleh Indonesia Green. Indonesia Green (I-Green) merupakan komunitas cinta lingkungan yang berawal dari kecemasan beberapa mahasiswa Universitas Muhamadiyah Surakarta akan kepedulian para generasi muda mengenai lingkungan. Di zaman yang serba modern ini, betapa minimnya para generasi muda yang masih mempedulikan lingkungan sekitar. Dengan adanya komunitas ini, mereka ingin menunjukan bahwa generasi mudalah yang dapat memberikan perubahan baik terhadap bangsa, khususnya mempedulikan keindahan alam sekitarnya, sehingga mereka dapat bersama-sama menjalankan visi misi untuk berupaya menjauhkan bumi dari polusi pemanasan global.

Dengan menunjukan kepedulianya, pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2012 I-Green mengadakan pembersihan pantai bersama-sama di Parangtritis, Bantul, Jogjakarta. Pembersihan sampah di sekitar pantai yang didominasi dengan permainan itu menjadikan kegiatan semakin menarik, asyik, dan tentunya tidak membosankan. Bahkan menghabiskan waktu di pantai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 04.00 sorepun tidak terasa. Adapun permainan dimulai dengan pembentukan kelompok dari peserta yang berjumlah 24 orang. Kelompok terbagi menjadi 3, dan setiap kelompok diharuskan untuk membuat yel-yel sebagai penyemangat selama permainan berlangsung. Selanjutnya panitia mengadakan perlombaan sebagai uji kekompakan dari setiap kelompok. Kekompakan dinilai dari yel-yel tiap kelompok, dan tentunya seberapa banyak mereka mengumpulkan sampah-sampah disekitar pantai dengan tepat waktu.

Udara yang panas menyengat di siang hari, rupanya membakar semangat para peserta untuk berlomba-lomba mengumpulkan sampah. Sampah yang ditemukanpun beraneka ragam. Mulai dari sampah makanan sampai popok bayi yang dibuang sembarangan di pinggir pantai. Betapa cueknya para ibu-ibu ini membiarakan bekas popok anaknya dibuang sembarangan disekitar pantai. Tentunya ini pelajaran besar bagi saya sebagai calon ibu kelak untuk tidak sabodo teuing membuang popok disembarang tempat. Reaksi yang kami dapatpun berbagai macam. Ada seorang bapak dengan bangganya menunjukan kepada anaknya untuk peduli lingkungan seperti para mbak-mbak dan mas-mas yang begitu semangatnya berebutan memungkut sampah disekitar pantai. Ada juga yang justru mencemooh kami dengan sindiran,”Mbak mbak, ini sampahnya masih banyak disini, itu juga mbak, ambil-ambil semuanya hahha” ujar mereka sambil tertawa renyah. Sudah dapat ditebak ungkapan tersebut dilontarkan dari para anak muda yang asyik nongkrong disekitar pantai sambil makan nasi bungkus, lalu bungkusnya dilempar begitu saja. Miris rasanya, namun kami tetap semangat dan membalasnya dengan senyuman.

Tak terasa permainan memungkut sampahpun berahir sudah. Setelah itu dilanjutkan dengan beberapa permainan yang menguji kekompakan setiap kelompok. Akhirnya permainan berahir pada pukul 15.20 WIB. Kami segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang penuh dengan pasir. Ada kepuasan tersendiri yang saya dapatkan mengikuti kegiatan ini. Pergi ke pantai sudah saya anggap biasa karena pada dasarnya saya sangat menyukai pantai. Namun bermain-main di pantai sambil membersihkan sampah di sekitarnya adalah hal yang pertama kali yang saya lakukan. Selain menambah teman, tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?